Balikpapan
– Kepolisian Daerah Kalimantan Timur terus memperkuat komitmen dalam
mencegah berkembangnya paham radikalisme dan intoleransi di lingkungan
internal Polri. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan
Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi bagi Personel Polda Kalimantan
Timur yang dilaksanakan di Gedung Mahakam Polda Kaltim, Balikpapan.
Kegiatan
tersebut dihadiri Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusumo,
S.H., M.Han., serta didampingi Irwasda Polda Kaltim, para Pejabat Utama
(PJU) Polda Kaltim, Penata Kebijakan Kapolri Madya Tingkat III Polda
Kaltim, dan para AKM Tingkat III Itwasda Polda Kaltim. Dalam kegiatan
tersebut, personel mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) II.
Pembinaan
ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman dan
kewaspadaan personel terhadap berbagai bentuk penyebaran paham radikal
dan sikap intoleran yang dapat mengancam persatuan, keamanan, serta
ketertiban masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, personel Polda
Kaltim diberikan penguatan mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai
kebangsaan, toleransi, serta komitmen terhadap Pancasila, Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pencegahan radikalisme dan
intoleransi dinilai penting dilakukan secara berkelanjutan, terlebih di
tengah perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang dapat
menjadi sarana penyebaran berbagai narasi yang berpotensi memecah belah
persatuan. Karena itu, setiap personel Polri dituntut memiliki kemampuan
untuk mengenali, menyikapi, serta menangkal berbagai bentuk pengaruh
yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
Kapolda Kaltim
Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., melalui Kabid
Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si.,
menegaskan bahwa penguatan wawasan kebangsaan dan pencegahan radikalisme
serta intoleransi merupakan bagian penting dalam membentuk personel
Polri yang profesional, berintegritas, dan memiliki komitmen kuat
terhadap keutuhan NKRI.
“Personel Polri harus mampu menjadi
teladan dalam menjaga toleransi, persatuan, dan kerukunan. Penguatan
pemahaman serta daya tangkal terhadap paham radikalisme dan intoleransi
perlu terus dilakukan agar setiap anggota mampu menjalankan tugas dengan
berpedoman pada nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.
Kegiatan
pembinaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan daya
tangkal seluruh personel Polda Kaltim terhadap paham radikalisme dan
intoleransi, sekaligus memperkuat soliditas internal Polri dalam menjaga
keamanan dan ketertiban masyarakat.
Polda Kaltim juga
berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan sebagai
bagian dari upaya menciptakan lingkungan institusi yang harmonis,
toleran, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan demi terwujudnya
situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kalimantan Timur.
