Polda Kaltim Perkuat Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi bagi Personel

Header Menu

Iklan

Polda Kaltim Perkuat Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi bagi Personel

Admin 2
Rabu, 12 Agustus 2026

 



Balikpapan – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur terus memperkuat komitmen dalam mencegah berkembangnya paham radikalisme dan intoleransi di lingkungan internal Polri. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi bagi Personel Polda Kalimantan Timur yang dilaksanakan di Gedung Mahakam Polda Kaltim, Balikpapan.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han., serta didampingi Irwasda Polda Kaltim, para Pejabat Utama (PJU) Polda Kaltim, Penata Kebijakan Kapolri Madya Tingkat III Polda Kaltim, dan para AKM Tingkat III Itwasda Polda Kaltim. Dalam kegiatan tersebut, personel mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) II.

Pembinaan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan personel terhadap berbagai bentuk penyebaran paham radikal dan sikap intoleran yang dapat mengancam persatuan, keamanan, serta ketertiban masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, personel Polda Kaltim diberikan penguatan mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan, toleransi, serta komitmen terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pencegahan radikalisme dan intoleransi dinilai penting dilakukan secara berkelanjutan, terlebih di tengah perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang dapat menjadi sarana penyebaran berbagai narasi yang berpotensi memecah belah persatuan. Karena itu, setiap personel Polri dituntut memiliki kemampuan untuk mengenali, menyikapi, serta menangkal berbagai bentuk pengaruh yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., melalui Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa penguatan wawasan kebangsaan dan pencegahan radikalisme serta intoleransi merupakan bagian penting dalam membentuk personel Polri yang profesional, berintegritas, dan memiliki komitmen kuat terhadap keutuhan NKRI.

“Personel Polri harus mampu menjadi teladan dalam menjaga toleransi, persatuan, dan kerukunan. Penguatan pemahaman serta daya tangkal terhadap paham radikalisme dan intoleransi perlu terus dilakukan agar setiap anggota mampu menjalankan tugas dengan berpedoman pada nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.

Kegiatan pembinaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan daya tangkal seluruh personel Polda Kaltim terhadap paham radikalisme dan intoleransi, sekaligus memperkuat soliditas internal Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Polda Kaltim juga berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan institusi yang harmonis, toleran, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan demi terwujudnya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kalimantan Timur.