Kukar - Kebakaran lahan terjadi di kawasan Objek Vital Nasional di Muara Bakau, RT 012, Kelurahan Handil Baru, Kecamatan Samboja, Jumat (18/9/2026). Api membakar lahan gambut dan semak belukar dengan luas sekitar 5 hektare.
Mendapat informasi mengenai kebakaran tersebut, personel Polsek Samboja bersama unsur terkait segera menuju lokasi. Sebanyak lima personel Polsek Samboja bergabung dengan Pam Obvit Polda Kaltim, Damkar Samboja, PMI serta tim Fire & Rescue dari PT PHM dan PT ENI Muara Bakau untuk melakukan penanganan.
Kondisi kebakaran sempat menimbulkan kepulan asap cukup tebal di sekitar lokasi operasional. Situasi tersebut menjadi perhatian petugas karena dapat mengganggu jarak pandang serta berpotensi mengancam area di sekitar objek vital.
Proses pemadaman dilakukan dengan menyesuaikan karakteristik lahan gambut. Petugas tidak hanya melakukan penyemprotan pada bagian permukaan, tetapi juga menerapkan metode pembasahan secara menyeluruh untuk memastikan bara yang berada di dalam lapisan gambut dapat dikendalikan.
Sejumlah armada pemadam dikerahkan untuk mendukung operasi tersebut. Damkar Samboja menurunkan dua unit kendaraan pemadam, sementara PT PHM mengoperasikan satu unit mobil tangki Ziegler berkapasitas besar. PT ENI Muara Bakau juga mengerahkan satu unit armada pemadam untuk memperkuat upaya penanganan di lapangan.
Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung selama kurang lebih sembilan jam. Petugas secara berkala melakukan penyisiran dan pembasahan pada area yang masih mengeluarkan asap untuk memastikan tidak terdapat bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Sekitar pukul 18.00 Wita, kobaran api berhasil dipadamkan. Tim gabungan kemudian melakukan pendinginan serta pemeriksaan di sejumlah titik untuk memastikan kondisi kawasan telah aman dan tidak ditemukan lagi api maupun bara yang dapat kembali menyala.
Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid mengatakan, setelah proses pemadaman selesai, situasi di kawasan tersebut dalam kondisi aman dan kondusif. Setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan, kondisi di lokasi sudah aman dan kondusif. Kami tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi muncul kembali,” ujar AKP Mohamad Yazid.
Ia menambahkan, kepolisian masih melakukan penelusuran terkait penyebab kebakaran. Unit Reskrim Polsek Samboja bersama pihak terkait melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mengetahui faktor yang menyebabkan api kembali muncul.
“Untuk penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Kami melakukan pemeriksaan di lapangan untuk mengetahui apakah terdapat faktor kelalaian atau faktor lainnya yang menyebabkan kebakaran kembali terjadi,” jelasnya.
Penanganan Karhutla di kawasan tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi antara kepolisian, pemadam kebakaran, perusahaan dan unsur kemanusiaan dalam menghadapi kebakaran lahan gambut. Pemantauan lanjutan tetap dilakukan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api di sekitar kawasan Obvitnas PT ENI Muara Bakau.
